Menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan sebenarnya tidak
sesulit yang dibayangkan. Prinsipnya sangat mudah untuk diingat, namun
dalam penerapannya sering terjadi kesalahan atau yang paling fatal malah
lupa menerapkan. Berikut 5 langkah perawatan vagina.
1. Ganti pembalut atau panty liner secara teratur
"Jangan
gunakan pembalut kelamaan," pesan Dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa
SpKK, dokter kulit dari RS Sanglah Denpasar, saat dimintai saran-saran
terkait perawatan organ intim kewanitaan oleh detikHealth.
Anjuran
umum mengatakan, panty liner maupun pembalut bagi yang sedang datang
bulan sebaiknya diganti tiap 2 jam. Bagi yang sangat aktif atau haidnya
sangat banyak, pembalut atau panty liner harus lebih sering diganti agar
organ-organ di sekitarnya tidak lembab dan ditumbuhi kuman.
2. Perhatikan makanan dan minuman
Konsumsi
buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk kesehatan secara keseluruhan,
yang pada gilirannya juga berdampak pada kesehatan organ reproduksi.
Asupan vitamin dan mineral, khususnya seng atauj zinc juga penting untuk
mempercepat pemulihan ketika terjadi luka di organ intim.
Minum
air putih sedikitnya 2 liter tiap hari juga penting untuk kesehatan
organ reproduksi perempuan. Fungsinya untuk membilas saluran kemih,
sehingga tidak mudah mengalami salah satu gangguan yang paling sering
menyiksa perempuan yakni infeksi saluran kemih.
3. Hati-hati mengonsumsi obat
Penggunaan
obat-obatan khususnya antibiotika secara sembarangan bisa mengganggu
organ reproduksi perempuan. Jika dipakai berlebihan dalam jangka
panjang, antibiotik bisa membunuh bakteri dan flora normal sehingga
keseimbangannya terganggu dan bisa memicu keputihan.
Pada
prinsipnya, obat-obatan adalah racun yang berbagaya dan hanya akan
bermanfaat kalau digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Beberapa jenis
obat bisa memicu terbentuknya kista, jadi jangan sembarangan minum kalau
bukan atas saran dokter.
4. Selalu cebok setelah pipis atau bercinta (ML)
Cebok
atau membilas organ intim kewanitaan setelah pipis maupun bercinta
sangat penting untuk menjamin kebersihannya. Gunakan air bersih, kalau
perlu biasakan bawa air bersih sendiri dalam botol saat buang air kecil
di toilet umum yang tidak terjamin kebersihannya.
"Kalau membasuh
vagina, pastikan airnya bersih karena bakteri bisa masuk. Kalau cebok,
bilasnya juga jangan terlalu dalam karena kalau ada luka bisa infeksi,"
pesan Dr R Muharam masih terkait urusan cebok setelah buang air kecil
maupun bercinta.
5. Cukur rambut kemaluan
Tidak
kalah pentingnya adalah mencukur rambut kemaluan atau pubic hair, baik
dengan pisau cukur maupun dengan teknik lain misalnya waxing. Rambut
kemaluan tidak dianjurkan untuk terlalu panjang karena bikin gerah dan
sering jadi tempat bersarangnya kuman-kuman.
"Gunting rambut kemaluan (Mr V) jangan terlalu pendek karena bisa menusuk dan menyebabkan
sakit, kadang bisa infeksi," pesan Dr Laksmi terkait banyaknya keluhan
rasa sakit saat mencukur rambut kemaluan terlalu pendek sehingga
kulitnya tertusuk ujung rambut saat mulai tumbuh lagi.
5 Tips merawat vagina agar lebih harum dan sehat
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
