Zaskia putri - Beberapa wanita kerap mengalami masalah
pada organ genitalnya. Infeksi jamur di vagina merupakan salah satu
masalah yang kerap dialami wanita. Biasanya infeksi jamur bisa diatasi
dengan pengobatan sederhana. Namun, beberapa gangguan yang lebih serius
di vagina membutuhkan pertolongan medis secepatnya. Bahkan ada beberapa
masalah pada area genital wanita yang mengindikasikan penyakit tertentu.
Luka di daerah vagina juga bisa mengindikasikan gejala penyakit menular seksual, herpes, atau kanker. Benjolan seperti kutil atau benjolan merah dan luka datar yang tak kunjung sembuh juga menjadi tanda kanker vulva. Terkadang luka datar di vagina bisa berubah warna dan bersisik.
2. Vagina kering
Wanita paska menopause atau yang mengalami atrofi vagina kerap mengalami kekeringan vagina sehingga bisa mengakibatkan luka selesai berhubungan seks. Seiring bertambahnya usia kadar estrogen wanita makin menurun sehingga mengalami penipisan vagina, akibatnya vagina menjadi kering dan mudah teriritasi.
Wanita paska menopause atau yang mengalami atrofi vagina kerap mengalami kekeringan vagina sehingga bisa mengakibatkan luka selesai berhubungan seks. Seiring bertambahnya usia kadar estrogen wanita makin menurun sehingga mengalami penipisan vagina, akibatnya vagina menjadi kering dan mudah teriritasi.
Vagina yang menipis juga rentan
terinfeksi dan bisa berkontribusi untuk inkontinensia, yakni kebocoran
urine. Kondisi ini bisa diobati dengan memakai krim estrogen yang
dioleskan atau dimasukkan langsung ke dalam
Jika Anda sedang tidak dalam alat kontrol kelahiran tapi mengalami pendarahan di luar haid yang terjadi selama lebih dari satu atau dua bulan, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan Anda.
Pendarahan yang tidak normal meliputi
waktu haid yang lebih lama dari biasanya, haid dua kali dalam satu
bulan, pendarahan setelah berhubungan seks, pendarahan di pertengahan
bulan, dan pendarahan yang tidak biasa lainnya.
Pendarahan yang tidak seperti biasanya ini dapat disebabkan oleh
beberapa penyakit yang tidak serius seperti perimenopause atau fibroid
rahim atau polip. Namun, bila Anda mengalami pendarahan setiap kali
setelah berhubungan seks, mungkin hal ini mengindikasikan gejala infeksi
serviks atau leher rahim.Penyakit menular seksual, seperti gonorrhea atau klamidia juga dapat menyebabkan luka pada serviks yang disertai pendarahan ketika berhubungan seks.
Bila Anda sudah berusia setengah baya
dan telah menopause, Anda perlu waspada bila mengalami pendarahan
vagina karena berpotensi terhadap kanker rahim. Kanker rahim bisa
disembuhkan bila diketahui dalam tahap awal, sehingga Anda perlu
mewaspadai tanda peringatan dini kanker rahim, yaitu pendarahan pasca
menopause.
Waspadai pula gejala abnormal di vagina seperti keputihan yang berlebihan, bau vagina yang menyengat, perubahan warna vagina, pendarahan, gatal, iritasi, dan sensasi terbakar di vagina.
5. Nyeri panggul
Saat masa ovulasi wanita mungkin kerap merasakan nyeri di bagian panggul. Kondisi seperti ini normal saja terjadi saat masa ovulasi, tapi bila nyeri tak kunjung hilang sampai beberapa hari dan malah makin menyakitkan bisa jadi ada penyakit lain seperti fibroid jinak dan endomestriosis dalam rahim. Bila nyeri panggul disertai demam dan keputihan kemungkinan Anda terkena penyakit radang panggul.
Saat masa ovulasi wanita mungkin kerap merasakan nyeri di bagian panggul. Kondisi seperti ini normal saja terjadi saat masa ovulasi, tapi bila nyeri tak kunjung hilang sampai beberapa hari dan malah makin menyakitkan bisa jadi ada penyakit lain seperti fibroid jinak dan endomestriosis dalam rahim. Bila nyeri panggul disertai demam dan keputihan kemungkinan Anda terkena penyakit radang panggul.
Nyeri panggul yang disertai pendarahan
vagina dan nyeri perut kemungkinan menandakan kehamilan ektopik, yaitu
implan telur dibuahi di luar rahim. Kondisi ini sangat membahayakan
sehingga harus segera dirawat di IGD.
Selain itu nyeri panggul juga menandai
adanya kanker ovarium. Gejala yang ditunjukkan antara lain sering buang
air kecil sampai lebih dari 2 minggu, panggul seperti tertekan, dan
kembung. Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri panggul Anda tak
kunjung reda.
